Allah SWT berfirman
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata:
"Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan
membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"
Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu
ketahui." (al-baqarah (30))
Wahai sobat tidakah ayat ini menyadarkan engkau tentang tujuan
penciptaanmu? . Ia memberitahumu mengapa engkau berada di bumi, mengapa
engkau diciptakan dan apa tugasmu. Ini adalah tujuan hidupmu dan misi
yang harus kau laksanakan. Sobat banyak orang di barat dan di timur
bunuh diri karena mereka tidak memahami diri. Banyak pula para pemuda
kita yang mengalami tekanan jiwa karena mereka terasing dari fitrahnya.
Percayalah wahai sobat, ayat ini amat penting jika engkau pahami ayat
diatas. Pahami dan renungkanlah ayat yang menerangkan perjalanan
hidupmu itu dan teguhkanlah langkahmu dijalan itu agar tidak merugi.
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."
Inilah kisah pertama dalam Alquran, dalam surat al-Baqarah, yang
berbicara tentang tugasmu. Khalifah bermakna wakil sedangkan khilafah
berarti perwakilan. Lalu apa artinya? renungkanlah wahai sobatku
niscaya engkau akan mendapati seakan-akan Allah SWT berkata padamu "
Kuwakilkan kepadamu sebuah tugas, kerjakanlah ia, tetapi dengan
cara-Ku dan sesuai keinginan-Ku" .
Sobat, renungkanlah siapakah yang Allah ajak bicara dalam ayat diatas?
Tentu para malaikatnya. Dia berfirman kepada mereka bahwa Dia akan
menciptakan Adam sekaligus menyiapkanya untuk mengatur Bumi dengan
perintah-Nya. Demi Allah engkau memiliki kedudukan yang agung, wahai
manusia. Sadarilah penghormatan yang Allah anugrahkan kepada kita!!!.
Karena itulah Dia meniupkan ruh-Nya dalam dirimu. Karena itulah Dia
memerintahkan malaikat unruk bersujud kepadamu, wahai sobatku. Karena
itu pulalah Iblis menolak untuk bersujud kepadamu, sebab ia
menginginkan posisimu. Ia ingin drinya yang menjadi khalifah.
Apakah engkau mulai memahami wahai sobat? Bahwasanya engkaulah yang
diberi mandat oleh Allah. Apakah engkau mulai menghayati makna "Hanya
Allah semata". Apakah engkau akan memutuskan dan merusak mandat
tersebut dengan berkata, "Tidak, aku akan mengaturnya sesuai dengan
kehendaku " ?. Ingatlah engkau hanyalah wakil dibumi ini. Bangunlah
dari kelalaianmu !! Sadarlah wahai manusia.
Lantas, apakah perananmu sebagai khalifah? Peranmu terbatas pada dua hal :
1. Memakmurkan bumi baik dalam bentuk pengembangan maupun teknologi
2. Mengadakan perbaikan bagi bumi, menyebarkan kebaikan dan keadilan,
menyingkirakan kezaliman dan kejahatan serta menampakan kebenaran.
Itulah mengapa Allah menciptakan manusia. Sobat sudahkan kita
melakukan kedua tugas tersebut?
Mungkin engkau berkata terdapat ayat Alquran yang mengatakan :
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
beribadah kepada-Ku." (al-Dzariyat (56))
Sadarilah sobatku puncak ibadah adalah untuk mewujudkan tujuan
penciptaanmu. Engkau tidak diciptkan hanya untuk sholat dan puasa.
Sayangnya, manusia kerap mebatasi ibadah pada dua kewajiban itu saja.
Padahal bukankah ilmu juga ibadah? Bukankah member petunjuk kepada
manusia juga ibadah? Bukankah bekerja jga ibadah? Bukankah tersenyum
kepada saudaramu juga ibadah sebagaimanan sabda Rasulullah SAW ?
itulah khilafah.
Sholat dan puasa berfungsi untuk menguatkan jiwa untuk melaksanakan
tugas kekhalifahan. Engkau tidak akan kuat dalam menjalankan tugas
tanpa sholat dan puasa dengan benar, sebab keduanya merupakan makanan
rohani. Tanpa jasmani dan rohani yang kuat maka tugas sebagai khalifah
Allah SWT takan sempurna dilaksanakan. Janganlah engkau berkata " aku
telah melaksankan sholat dan puasa. Jadi aku telah melaksanakan tugas
kehidupanku, " tidak sekali-kali tidak!.
Tiupan yang Allah embuskan dalam diri Adam a.s merupakan rahasia
agung yang membuatnya mampu mengelola bumi sebagai khalifah. Malaikat
juga melakukan sholat dan puasa serta berzikir kepada-Nya namun Allah
hanya menghembuskan ruh-Nya dalam dirimu. Dia memberimu sejumlah
karakter yang membuatmu menjadi khalifah dibumi. Ingatlah wahai
sobatku janganlah engkau menjalani hidup dengan melalaikan tugasmu
sebagai khalifah camkanlah itu!..
Lalu mengapa kitap suci dan syariat (aturan) diturunkan? Itu semua
adalah rujukan bagi sang khalifah. Ia dapat mengacu kepadanya setiap
kali hendak melangkah. Suatu hari ada seorang ustad menunaikan sholat
di masjid, imam masjid membaca ayat-ayat tentang warisan, pernikahan
dan perceraian. Seorang pemuda dibelakangnya menangis tersedu. Ketika
sholat telah selesai ditanyalah pemuda itu oleh ustad tersebut
mengapa ia menangis. Pemuda itu menjawab ayat-ayat tadi berisi tentang
warisan, pernikahan dan perceraian, sehingga aku tidak khusyuk. Karena
itu kupalingkan pikiranku kepada hal lain hingga akhirnya aku bisa
khusyuk dan menangis. Apakah hal ini boleh? Tentu saja tidak. Allah
ingin agar kita beribadah lewat semua ayat-Nya. Ayat Alwuran berbicara
tentang hubungan internasional. Engkau berkata "so what gitu loch?!" .
Engkau adalah khalifah. Persoalanya bukan hanya sholat sambil menangis
lalu selesai. Perhatikan dan belajarlah bagaimana engkau menjalani
hidupmu, bagaimana mengatur urusanmu, serta menasehati dam membinmbing
orang lain kepada kebaikan jika ia tersesat sementara engkau mendapat
hidayah dari Allah SWT.
Wahai sahabatku apakah sekarang engkau mengerti maksud hadis "
apabila kiamat terjadi, sementara ditangan salah seorang kalian
terdapat batang pohon kurma, jika masih ada kesempatan tuk menanamnya,
hendaklah menanamnya!" (HR imam Ahmad). Renungkanlah Nabi Muhammad SAW
tidak mengatakan `buanglah pohon tsb, lalu sholat lah dua rokaat dan
ucapkanlah Tuhanku sekarang aku bertobat kepada-Mu" Beliau SAW justru
mengatakan "hendaklah menanamnya!" . Mengapa? karena engkau adalah
khalifah engkau di ciptakan untuk itu. Rasullah SAW juga bersabda "
apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga hal
yaitu, sedekah jariah (untuk pengembangan ekonomi), ilmu yang
bermanfaat (untuk kesejahteraan bumi) dan anak yang saleh ( untuk
generasi baru sebagai khalifah bumi). Nabi SAW juga bersabda,
"tidaklah kedua kaki hamba bergeser pada hari perhitungan sebelum
ditanya tentang empat hal, usianya dipakai bwat apa? Masa mudanya
dilewati dengancara apa? Hartanya dari mana ia peroleh dan kemana
dihabiskan? Dan ilmunya digunakan untuk apa?
Sobat, ibadah yang pertama kali ditanya memang sholat. Engkau mungkin
telah melaksanakan sholat, namun apakah engkau telah melaksanakan
tanggung jawabmu dalam kehidupan? Apakah engkau telah menyebarkan ilmu
dan agama? Apakah engkau telah berbuat adil? Apakah engkau telah
menebar kebaikan? Ingatlah tanggung jawabmu bukan seperti tanggung
jawab malaikat, jin, gunung dan lautan. Tanggung jawabmu istimewa.
Apakah yang kau perbuat sepanjang usiamu? Apakah yang kaulakukan pada
saat masa remajamu? Apaka harta yang kau dapatkan halal atau haram?
Tugas sebagai khalifah merupakan penghormatan dari Allah SWT. Maka
kerjakanlah dengan sebaik baiknya.